Laman

Selasa, 02 Mei 2017

Dibalik Duka ku ada Duka yang lain

Dibalik Duka ku ada Duka yang lain Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saat itu rencana keluargaku berlibur ke Pulau Bali. Aku sangat bahagia, karena selama ini aku hanya bisa mendengar cerita teman–temanku yang pernah ke sana, atau melihat di internet situs–situs yang menceritakan keindahan pulau Bali.

Kami sengaja berangkat malam, dengan alasan suasana malam jauh lebih tenang, tidak panas, tidak terlalu ramai, dan cukup indah. Selain itu kami juga akan mampir dulu ke rumah kakek di Surabaya. Ternyata kami tidak menyadari bahwa perjalana malam berresiko tinggi. Saat malam datang rasa kantuk pun tiba. Jika sudah mengantuk, tidak ada obat yang lebih nikmat selain tidur. Aku tidur di bangku belakang sambil memeluk boneka kesayangannku. Sedangkan mama menemani papa di kursi depan. Saat keheningan malam menghampiri, hawa dingin menusuk dada, jalan semakin gelap, ditambah kabut malam yang menghalangi ruas jalan. dan
AA……….
brakk,….

Tiba-tiba saja ayah hilang kendali saat hendak menyelip sebuah truk pengangkat kayu. Kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. Aku sama sekali tidak menyadari saat tubuhku terlempar ke luar, dan kaki kananku terjepit pintu mobil.
Setelah kejadian itu, hilan
... baca selengkapnya di Dibalik Duka ku ada Duka yang lain Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 19 April 2017

Lima Jari Berdoa

Lima Jari Berdoa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

ILUSTRASI : Lima Jari Berdoa

JARI JEMPOL

Jari ini adalah yang paling dekat dengan Anda, ketika Anda sedang melipat tangan dan berdoa. Jadi, mulailah berdoa bagi orang-orang yang sangat akrab dan dekat dengan Anda. Sebutkan nama-nama mereka yang Anda kenal dengan baik. Bagi CS. Lewis, mendoakan orang-orang yang kita kasihi adalah "a sweet duty."

JARI TELUNJUK

Jari berikutnya adalah si telunjuk. Doakan bagi mereka yang mengajar. Ini termasuk hamba-hamba Tuhan, guru, dokter, dan para pendidik lainnya. Mereka butuh dukungan dan hikmat, agar dapat menunjukkan arah yang tepat bagi mereka yang membutuhkan jasa mereka. Doakan mereka selalu.

JARI TENGAH

Ini jari yang paling tinggi, berarti kita harus ingat pada para pemimpin bangsa. Doakan presiden hingga para pejabat dibawahnya. Doakan para pemimpin organisasi sosial maupun bisnis. Mereka sering mempengaruhi bangsa kita dan membimbing opini publik. Mereka sangat butuh bantuan dariNya.


... baca selengkapnya di Lima Jari Berdoa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 12 April 2017

Anggur Asam Harus Dibuang

Anggur Asam Harus Dibuang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Michelangelo Buonarrorti (1475-1564), adalah seorang seniman tenar Italia zaman kebangkitan seni budaya. Ia adalah seorang pelukis yang sangat teliti dalam membuat dan menyelesaikan setiap lukisannya.

Suatu hari, ia mendapat pesanan dari Paus yaitu membuat lukisan baru untuk gereja. Ia telah berpikir untuk waktu yang lama dan telah merombak banyak hasil karyanya yang lama, namun tetap saja ia merasa tidak puas.

Suatu malam, ia pergi untuk minum anggur. Pada saat masuk ke dalam bar, tanpa sengaja dia mendengar pemilik bar berbicara dengan pelayannya: ‘Anggur ini sudah asam, harus segera dibuang !“ Setelah itu, dia melihat seorang pelayan mengacungkan kapak pada drum anggur tersebut dan “Prakkk….” Drum itu pecah berantakan dan anggur asam membasahi lantai. Kemudian, sang pemilik bar menyuruh pelayannya untuk mengambil satu drum anggur yang baru.

Saat itu juga, Michelangelo merasa seperti kepalanya “dipukul’, dan ia mendapat ilham. Dengan tergesa-gesa ia kembali ke rumah, membuang seluruh karyanya yang lama, mengambil kanvas baru dan melukis dan awal. Akhirnya, dalam satu malam, ia menyelesaikan sebuah lukisan yang spektakuler.

Pesan: “Waktu yang lalu tidak sama dengan waktu yang akan datang. “- Anthony Robbins

Waktu berjalan dengan sangat cepat, sehingga banyak sekali perubahan dan pembaruan terjadi di dunia ini, Dengan seluruh dunia berada dalam “perubahan”, kita tidak mungkin dapat mempertaha
... baca selengkapnya di Anggur Asam Harus Dibuang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Independen? Ya, Menulis!

Independen? Ya, Menulis! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Baru pertama kali (kecuali Edy Zaqeus) saya bertemu dengan para senior Pembelajar. Com di hotel Peninsula, Jakarta Barat, dalam acara gathering ultahnya yang ke-8, 14 Pebruari 2009 yang lalu. Senang, bangga itu jelas. Grogi, keringat, dingin karena AC ( belakangan saya ketahui bukan karena itu, tapi karena dekat dengan para senior). Hehe, wajar…saya kan manusia yang rumit bukan robot yang diprogram untuk tidak merasakan.

Hal yang saya amati adalah kebersamaan para mentor dan para peserta gathering. Mereka semua sebagai pribadi yang independen. Sejajar dari semua kalangan. Ini tentu berbeda dengan pertemuan antara bos dengan anak buah di sebuah perusahaan. Kadang si anak buah menunduk-nunduk dan terlalu sopan, mungkin takut tidak dipromosikan. Benar-benar bukan pribadi yang independen, iya kan? Tetapi siapapun kita jika menulis, kita menjadi pribadi yang independen. Itu sudah saya rasakan sendiri. Inilah yang benar-benar saya cari, yaitu sebuah kebebasan.

Saya tidak sedang menyuruh semua orang
... baca selengkapnya di Independen? Ya, Menulis! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 28 Maret 2017

Hidupmu Sudah Diatur Tuhan

Hidupmu Sudah Diatur Tuhan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. Karena segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah,hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.

Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.

Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, "Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun." Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah.

Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib.

Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun. Si penja
... baca selengkapnya di Hidupmu Sudah Diatur Tuhan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 26 Maret 2017

Merayakan Kematian

Merayakan Kematian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sang guru mengalami sakit parah. Para pengikutnya merasa amat sedih kalau-kalau mereka kehilangan sang guru yang mereka kagumi. Suatu hari sang guru memanggil mereka semua dan memberikan kata-katanya yang terakhir di saat menjelang kematiannya. Ia mengatakan bahwa bagi kebanyakan orang, kematian merupakan tragedi yang menyakitkan, namun sebaliknya kematian justru seharusnya merupakan hari sukacita untuk dirayakan.

Para muridnya dengan rasa heran bertanya; "Ketika orang yang kita cintai meninggal dunia dan kita tak akan pernah lagi mampu melihatnya, mengapa justru harus dirayakan?"

"Ketika seseorang telah menyelesaikan jalan yang harus dilampauinya, telah menyelesaikan segala yang harus dipelajarinya selama hidup ini, bukankah ia harus diwisuda? Dan bukankah saat wisuda merupakan saat yang membahagiakan?" Demikian kata sang guru.

Setelah berdiam sejenak ia melanjutkan; "Ketika seorang anak dilahirkan semua orang bergembira ria. Dan ketika seseorang meninggal semua diliputi ratap dan tangis. Pada hal seharusnya sebaliknya. Janganlah berpesta ria bila sebuah kapal akan meninggalkan pelabuhan, karena kita tidak tahu apa yang
... baca selengkapnya di Merayakan Kematian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 19 Juni 2016

Emosi Menjadikan Anak Tak Bernilai




Adakah yang bisa menghitung, atau menjawab pertanyaan, berapakan nilai anak bagi orang tuanya? Jawabannya pasti sulit. Karena nilai anak tak bisa diukur dengan materi, tak ternilai.
Sadar  atau  tidak, anak sering dianggap bernilai rendah di mata orangtua, dibanding benda-benda ata materi yang dimiliki orang tua tersebut. Secara tidak sadar, langsung atau tidak langsung, anak tak jarang memperoleh nilai rendah dari sebuah benda kesayangan orang tuanya.
 Misalnya, ketika si anak bermain dan secara tidak sengaja memecahkan sebuah guci krstal kesayangan orang tuanya, maka secara naluriah akan memecahkan perasaan anak, dan secara tidak sadar, si orang tua lebih menghargai guci kristal, ketimbang anaknya. Bahkan kadang, nilai si anak lebih rendah dari  semangkok sayur yang tertumpah, karena tangan kecilnya berusaha membantu ibu di dapur. Marah-marah dengan nada tinggi, terkesan lebih menghargai semangkuk sayur ketimbang perasaan si anak.
Atau secara reflek atau tak sadar perasaan anak tidak penting ketimbang mobil barunya yang tergores mainan anaknya. Orang tua lebih menyayangkan goresannya, ketimbang goresan luka di hati sang anak.
Kini, lebih parah lagi dengan adanya mainan baru melalui gadgetnya, atau kegemaran nonton sepakbola di televisi, dibanding waktunya lebih banyak untuk anak-anaknya. Apalagi, mendengarkan cerita anaknya di sekolahnya, teman-temannya, pelajarannya dan sebagainya. Tapi ketika sang anak memegang atau menyentuh handphonenya, spontan dengan nada tinggi sang orangtua berteriak, “ Eh jangan, nanti rusak…!”. Artinya kekhawatiran HP rusak lebih besar dibanding kekhawatiran rusaknya perasaan sang anak.
Akhirnya muncul pertanyaan. Berapa nilai anak bagi kita…? Nilainya adalah, sejauhmana keikhlasan kita menahan diri hingga tidak merusak hatinya, dengan emosi merendahkan nilai kasih sayang buat sang anak, dibanding harta kesayangannya.
Nilai anak akan terasa tinggi, bahwa anak adalah investasi tak ternilai buat kehidupan masa datang, ketika orang tua sudah udzur. Anaklah satu-satunya tempat tambatan hidup kelak.Tak kalah penting, anak adalah untuk memperpanjang historis silsilah keturunan di masa datang. Maka itu, sebagai orang tua, sudahkah menyiapkan masa depan anaknya, agar lebih baik?. Semua tergantung program ke depan, bagi masing-masing orangtua. **